Wednesday, May 27, 2015

CERPEN

From Nothing To Something, From Zero To Hero
OLEH : VERANICA LANI OCTAVIA

            “Masa lalu adalah pilihan yang kita lalui sedangkan masa depan adalah pilihan yang kita tentukan.”
                Hari demi hari telah dilalui Shilla dengan tangis dan derita setelah ia menjadi murid SMU. Meskipun ia sekolah ditempat yang baru namun sebagian teman-temannya masih sama seperti saat ia masih SMP, hal itulah yang membuatnya semakin tersiksa disekolah dan kelas yang baru. Seperti yang sebelum-sebelumnya Shilla selalu diremehkan dan tak dianggap oleh teman-temannya. Di kelas Shilla hanya mempunyai 3 orang sahabat yang mempunyai nasib yang sama dengannya.
                Hal yang paling menyakitkan bagi Shilla dan salah satu sahabatnya yang bernama Ratna adalah ketika mereka rela kehujanan hanya untuk latihan paduan suara untuk lomba class meeting, tapi apa yang mereka balas Shilla dan Ratna malah tidak boleh mengikuti lomba itu dengan alasan Shilla telah mengikuti  banyak lomba padahal ada salah satu temannya yang mengikuti lomba lebih dari Shilla dan Ratna tidak boleh karena ia dianggap tidak sunggu-sungguh untuk latihan padahal Ratna belum bisa lagu itu sehingga ia tidak bisa lancar ketika bernyanyi seperti temannya yang lain.
                “Shilla, kamu gak usah ikut paduan suara, soalnya kamu udah banyak ikut lomba, apa kamu gak kasihan sama teman-teman kamu yang belum kebagian lomba!” Ujar Dewi wakil ketua kelas.
                “Ya udah kalo gak boleh!” Ujar Shilla dengan penuh kecewa.
                “Dan kamu Ratna, sebenarnya aku pengen mengikutkan kamu lomba paduan suara tapi saat latihan kamu seperti gak serius latihan, jadi kamu juga gak usah ikut paduan suara!”
                “Bukannya aku gak serius latihan tapi aku belum tahu lagunya jadi aku belum bisa lancar, tapi ya u8dalah kalo aku gak boleh!” Ujar Ratna dengan rasa kesal.
                Ketika Shilla dan Ratna pulang sekolah, Ratna terus saja mengomel karena ia kesal dan sangat marah bahkan dia sampai menangis gara-gara wakil ketua kelas dan juga teman-temannya. Tapi Shilla hanya bisa memendam rasa sedih dihatinya karena ia tidak bisa melawan mereka yang sudah mempunyai jabatan di kelas sedangkan ia tidak mempunyai jabatan apa-apa di kelas.
                Selain hal seperti itu Shilla juga sangat menderita di kelasnya karena ketika praktikum kimia, ia juga ikut dalam pengamatan yang sedang dilakukan oleh gengnya Dewi, tapi ketika mereka disuruh untuk membuat kelompok, Shilla dan kedua sababatnya malah tidak diajak didalam kelompok yang melakukan praktikum bersamanya tetapi yang diajak malah orang lain yang tidak ikut praktikum bersamanya. Hal itulah yang membuat Shilla semakin merasa tidak dianggap di dalam kelasnya tersebut, sehingga setelah pelajaran kimia itupun selesai Shilla langsung menuju ke kamar mandi karena ia sudah tidak tahan lagi untuk menangis akibat perbuatan yang telah mereka lakukan padanya, tapi untung saja Shilla masih punya sahabat yang setia untuk menghiburnya terutama sahabatnya yang bernama Ayu. Ketika Shilla sedang ada masalah pasti Ayu tahu dan ia juga yang selalu menghiburnya, meskipun Ayu juga mempunyai nasib yang sama seperti Shilla tapi ia selalu berusaha untuk tetap tegar.   
                “Shil, kamu kenapa?” Tanya Ayu.
                “Kenapa si Yu, mereka selau saja begitu sama aku? Aku gak kuat jika terus-terusan seperti ini, aku gak mau mereka meremehkan aku terus-menerus!” Jawab Shilla.
                “Sabar saja, pasti suatu saat nanti mereka akan tahu jika perbuatan mereka itu salah, yakinlah suatu saat nanti kamu bisa lebih dari mereka.”
                “Ya, semoga saja seperti itu.”
                Hal lain yang menyakitkan yang dilakukan oleh salah satu dari geng mereka yaitu Mala yang selalu mendapat rangking 1 di kelas. Mala adalah orang yang selalu meremehkan Shilla, suatu ketika pada waktu upacara Shilla dan juga Mala berbincang-bincang karena mereka jenuh melaksanakan upacara tapi dalam keadaan panas. Namun ketika Shilla berbicara salah, Mala mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan bagi Shilla.
                “Aduh, panas banget sih, terus upacaranya masih lama!” Ucap Mala.
                “Gak apa-apa kan masih pagi, meskipun panas tapi kan ada vitamin C nya.” Ucap Shilla.
                “Vitamin D keles! Ha ha ha gitu kok di kelas IPA!”
                Mendengar hal itu Shilla hanya diam dan menahan rasa sakit dihatinya, meskipun ia tak tahu apakah itu hanya bercanda atau murni dari isi hatinya.
                Sudah berulang kali geng mereka melakukan perbuatan tidak adil kepada Shilla dan juga teman-teman yang lain dikelasnya, namun Shilla semakin tergugah untuk menunjukkan bahwa ia bisa lebih dari mereka. Salah satu usahanya adalah belajar dengan giat.
                Setelah beberapa tahun akhirnya Shilla bisa lulus SMA dan ia juga mendapatkan predikat sebagai salah satu siswa dengan nilai terbaik, dan ia juga mendapatkan beasiswa untuk kuliah gratis di universitas yang ia idam-idamkan selama ini. Hal itu merupakan buah dari kesabaran dan juga ketekunannya dalam meraih keberhasilan. Ia juga berhasil membuktikan kepada teman-teman yang selalu meremehkannya bahwa ia tidak seperti apa yang dipikirkan oleh mereka.
                Shilla sangat bersyukur kepada Allah karena semua yang diimpikannya sudah menjadi kenyataan dan ia berhasil membanggakan kedua orang tuanya. Hal itulah yang membuat Shilla semakin semangat untuk bekerja keras untuk mewujudkan cita-citanya. 

               
            “Life is a game, to be a good person for the winner or to be a bad person for the loser.”

0 comments:

Post a Comment