Harlah Jepara ke 467 dan kartini ini semakin meriah dengan berbagai
stand yang telah disuguhkan khusus untuk mensosialisasikan potensi Nasional
yang ada. Dari provinsi Jepara sendiri menampilkan beberapa stand dari 16
kecamatan, yang terdiri dari beberapa organisasi semisal KWT(Kelompok Tani
Wanita), Batik Asli Jepara, beberapa Ukiran dan kerajinan dari kawak, Nahdlatul
Ulama dan sebagainya, dari delegasi sekolahan juga menampilkan beberapa stand
sesuai dengan jurusan yang ada di sekolahan tersebut, misalnya SMK Bhakti Praja
yang menampilkan robotic dan motor rakitan, SMK N 1 Jepara dengan perikanan dan
olahan makanannya, dan sebagainya.
Dari provinsi yang lain, semisal dari Provinsi Papua Barat yang
menampilkan beberapa kain tenun khas dari daerahnya, makanan khas, dan beberapa
kerajinan rumah adat Papua Barat yaitu kaki seribu, dari Papua sendiri membawa
beberapa obat dari daerahnya semisal sarang semut, sari buah merah yang
berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit, dari Sumatera Utara menampilkan
beberapa kain songket khas Pulau Toba yang terbuat dari benang sutra dan katun,
dan beberapa makanan khas dari daerahnya.
Dari berbagai stand dari berbagai provinsi tersebut, pada hari
terakhir festival terlihat ada yang sudah tutup atau buka lebih lambat, karena
dari beragai provinsi lebih memilih untuk menikmati jalan-jalan di sekitar
Jepara, dan menikmati beberapa wisata di Jepara, beberapa dari mereka merasa
kagum dengan potensi Jepara yang ada.






0 comments:
Post a Comment