Wednesday, May 27, 2015

cerpen

BAJU PUTIHNYA UMI

Karya: UMI AINUN NAZIFAH (X1-IPS.1)

Suasana mega merah terasa menghilang, embun pagi terlihat begitu suci berbaris didedaunan dan hembusan angin pagi meyakinkanku, bahwa hidup bukanlah sampai titik masih ada tanda-tanda lainnya.
Terasa masih mengantuk karna setan-setan masih berada dimataku, tapi aku tekadkan untuk melipat selimut jarik yang diwariskan oleh nenekku. Kemudian aku berjalan menuju kamar mandi dengan alaskan sandal jepit dalam keadaan berselingkuh. Perempuan cantik yang mempersiapkan  makanan dan menimba air itu adalah ibuku.
Dirumah kecil dengan beralaskan tanah,berdinding anyaman bambu beratap genting, disinilah aku tinngal dengan ibu dan adikku yang tersayang. kami terlihat bahagia walau ayah entah pergi kemana.“wala...” panggil ibuku sambil menimba air dan karena nama lengkapku waladah,”daleeem.... wonten nopo to buk”. Jawabku sambil mengambil air wudhu dengan logat jawanya, ya karena masih tinggal didaerah Jawa Tengah.’’gage ndang adekmu ngenteni kue loh...”. Selesai kami bersholat berjama’ah, kami begegas mengaji kemudian mengerjakan tugas rumah dengan tawa, canda dan penuh ikhlas. Jam menunjukkan pukul 05.30.saya pun bergegas mandi untuk menyambut hari pertama masuk sekolah ajaran baru, dengan keadaan lama, baju putih lama yang sudah usang dimakan oleh waktu karena bekas tetanngga yang lulus kemarin. Tapi alhamdulillah bisa sekolah. ^_^
“buk... pamit...assalamu’alaikum”. ibuku mencium keningku dan aku pergi dengan lambaian tangan seakam cita-citanya berada dipundakku. Aku kesekolah berjalan menelusuri trotoar, jalan becek dan pengalman yang menjadi pelajaran bagiku.“hey... “. Saya menoleh siapakah yang panggil aku, apakah sang malaikat? Dalam hatiku bertanya, eh ternyata juga anak satu sekolahan denganku. Setelah kami berkenalan ternyata namanya friska. Dan ternyata juga juga satu kelas denganku, sungguh bahagianya diriku. Tapi Sedikit teman sekelas yang mau berteman denganku. Yah mungkin karena diriku hanyalah anak tukang ngamplas.
‘’yuk.... ngemi”. Ajakan friska kepadaku, aku menerima ajakan tersebut. Setelah sampai dikantin dan memesan makanan. Tiba-tiba,byuuuur. “ahhh’’.kataku sambil berdiri membersihkan membersihkan baju putih usang yang ketumpahan jus yang tak sengaja, ternyata yang menumpahi ialah ketua osis yang banyak di kagumi oleh kaum hawa di sekolahku. Tapi aku nggak karena iya sok gimana. Dan pacarnya yang bernama tita juga sering menjailiku, terkadang saat pulang sekolah aku di ciprati air, aku hanya bisa bersabar dan berdo’a kepada tuhan mungkin ini cobaan bagiku.
“asshollatukhoirumminannaum....” terdengar dari kejauhan adzan  yang menandakan diriku harus bangun, dan menganggap aku terlambat bangun karena acara hari ini adalah jalan santai acara penerimaan murid baru dan aku di tunjuk sebagai seksi kesehatan karena aku ikut PMR sejak SMP jadinya aku dipilih.
-pagi 06.30-
 ‘’wiu...wiu,...wiu...”.alarm kegiatan berbunyi menemani murid sekolah Malida, bapak sekolah yang tak berhenti menghimbau murid-muridnya agar selalu tertib dalam kegiatan jalan santai tahunan ini.
Saat acara berlangsung banyak sendu gurau, semarak yel-yel yang menemani dalam kegembiraan. Aku  sebagai seksi kesehatan hanya dapat menanyai dan memantau anak-anak yang ingin sakit. Setelah sampai tujuan, aku melepas penat di ruang uks bersama teman-teman PMR. “awas....awas....awas’’. saya hanya melihat siapakah yang sakit? Pertanayaan dalam hatiku. Ternyata pacarnya osis  yaitu tita. Ia terkujur lemas, tidak seperti saat ia menjailiku.Setelah semua keluar hanya aku dan tita di ruang UKS itu, tita masih belum sadar, saya tidak tau penyebabnya saya melihat ia tertawa bahagia dalam acara tadi. Beberapa saat ia sadar,  tetapi, ia tidak mau melihatku, entah kenapa?dan kucoba menanyainya.“tita....tita...kamu kenapa? Sebenrnya kamu sakit apa?” tiba-tiba ia menngis tersedu-sedu dan memelukku. “se..ee...be..nar..nya?’.
 sambil tersedu-sedu ia menceritakan semuanya, ternyata ia selama ini jahat padaku hanya ia tidak mau kehilangan lelaki yang dicintinya pergi meninggalknnya, ternyata sang pacar osis itu dikirainya suka padaku dan tita ternyata memiliki penyakit begitu ganas yaitu kanker darah medium 4. Disitu antara aku dan tita saling mencurahkan hati.
Setelah kejadian itu aku dan tita berhubungan baik, orang sekolah mungkin melihat kami aneh, tapi baik. Sekarang aku,friska dan tita bersahabat baik dan tita tetap berhubungan baik dengan osis itu.
-hari ahad 14.00-
“hah 10 panggilan tak terjawab? Siapa ya...?ya Allah tita, ada apa?”. Aku berbicara sambil memegang telpon jadulku, kemudian aku telpon balik tapi yang mengangkat ibunya ternyata tita masuk kerumah sakit, saya bergegas ganti baju dan pamitan kepada sang ibu. Setelah sampai disana aku melihat pacar osisnya yang baru kukenal yang bernama faiz menangis dan murung tapi aku mengabaikannya, kemudian aku menyusul tita dirawat,ternyata tita menungguiku,saat melihat aku rasa ia ingin menyampaikan sesuatu.”wala...”.’’iya tita...” sambil memegang tangannya, “aku pamit dulu ya... jaga faiz baik-baik”.”kamu bicara apa si tit!?’’saut friska. Kurasa hari sudah sore, aku dan friska berpamitan dan bergegas pulang.    
-keesokn harinya-
“telelolet....telelolet.....”.aku segera mengangkat telpon dari tita, setelah ku lihat ternyata dari  ibunya, dan ibunya bilang tita meninggal saat aku dan friska pulang. Aku hanya dapat meneteskan air mata dan teringat pesan kemarin yang ia bicarakan.
                                            


0 comments:

Post a Comment