BAJU PUTIHNYA UMI
Karya: UMI AINUN NAZIFAH (X1-IPS.1)
Suasana mega merah terasa menghilang,
embun pagi terlihat begitu suci berbaris didedaunan dan hembusan angin pagi meyakinkanku,
bahwa hidup bukanlah sampai titik masih ada tanda-tanda lainnya.
Terasa masih
mengantuk karna setan-setan masih berada dimataku, tapi aku tekadkan untuk
melipat selimut jarik yang diwariskan oleh nenekku. Kemudian aku berjalan
menuju kamar mandi dengan alaskan sandal jepit dalam keadaan berselingkuh.
Perempuan cantik yang mempersiapkan
makanan dan menimba air itu adalah ibuku.
Dirumah kecil
dengan beralaskan tanah,berdinding anyaman bambu beratap genting, disinilah aku
tinngal dengan ibu dan adikku yang tersayang. kami terlihat bahagia walau ayah
entah pergi kemana.“wala...” panggil ibuku sambil menimba air dan karena nama lengkapku
waladah,”daleeem.... wonten nopo to buk”. Jawabku sambil mengambil air wudhu
dengan logat jawanya, ya karena masih tinggal didaerah Jawa Tengah.’’gage ndang
adekmu ngenteni kue loh...”. Selesai kami bersholat berjama’ah, kami begegas
mengaji kemudian mengerjakan tugas rumah dengan tawa, canda dan penuh ikhlas.
Jam menunjukkan pukul 05.30.saya pun bergegas mandi untuk menyambut hari
pertama masuk sekolah ajaran baru, dengan keadaan lama, baju putih lama yang
sudah usang dimakan oleh waktu karena bekas tetanngga yang lulus kemarin. Tapi
alhamdulillah bisa sekolah. ^_^
“buk...
pamit...assalamu’alaikum”. ibuku mencium keningku dan aku pergi dengan lambaian
tangan seakam cita-citanya berada dipundakku. Aku kesekolah berjalan menelusuri
trotoar, jalan becek dan pengalman yang menjadi pelajaran bagiku.“hey... “.
Saya menoleh siapakah yang panggil aku, apakah sang malaikat? Dalam hatiku
bertanya, eh ternyata juga anak satu sekolahan denganku. Setelah kami berkenalan
ternyata namanya friska. Dan ternyata juga juga satu kelas denganku, sungguh
bahagianya diriku. Tapi Sedikit teman sekelas yang mau berteman denganku. Yah
mungkin karena diriku hanyalah anak tukang ngamplas.
‘’yuk....
ngemi”. Ajakan friska kepadaku, aku menerima ajakan tersebut. Setelah sampai
dikantin dan memesan makanan. Tiba-tiba,byuuuur. “ahhh’’.kataku sambil berdiri
membersihkan membersihkan baju putih usang yang ketumpahan jus yang tak sengaja,
ternyata yang menumpahi ialah ketua osis yang banyak di kagumi oleh kaum hawa
di sekolahku. Tapi aku nggak karena iya sok gimana. Dan pacarnya yang bernama
tita juga sering menjailiku, terkadang saat pulang sekolah aku di ciprati air,
aku hanya bisa bersabar dan berdo’a kepada tuhan mungkin ini cobaan bagiku.
“asshollatukhoirumminannaum....”
terdengar dari kejauhan adzan yang
menandakan diriku harus bangun, dan menganggap aku terlambat bangun karena
acara hari ini adalah jalan santai acara penerimaan murid baru dan aku di
tunjuk sebagai seksi kesehatan karena aku ikut PMR sejak SMP jadinya aku
dipilih.
-pagi 06.30-
‘’wiu...wiu,...wiu...”.alarm kegiatan berbunyi
menemani murid sekolah Malida, bapak sekolah yang tak berhenti menghimbau
murid-muridnya agar selalu tertib dalam kegiatan jalan santai tahunan ini.
Saat acara
berlangsung banyak sendu gurau, semarak yel-yel yang menemani dalam
kegembiraan. Aku sebagai seksi kesehatan
hanya dapat menanyai dan memantau anak-anak yang ingin sakit. Setelah sampai
tujuan, aku melepas penat di ruang uks bersama teman-teman PMR.
“awas....awas....awas’’. saya hanya melihat siapakah yang sakit? Pertanayaan
dalam hatiku. Ternyata pacarnya osis yaitu tita. Ia terkujur lemas, tidak seperti
saat ia menjailiku.Setelah semua keluar hanya aku dan tita di ruang UKS itu,
tita masih belum sadar, saya tidak tau penyebabnya saya melihat ia tertawa
bahagia dalam acara tadi. Beberapa saat ia sadar, tetapi, ia tidak mau melihatku, entah kenapa?dan
kucoba menanyainya.“tita....tita...kamu kenapa? Sebenrnya kamu sakit apa?”
tiba-tiba ia menngis tersedu-sedu dan memelukku. “se..ee...be..nar..nya?’.
sambil tersedu-sedu ia menceritakan semuanya,
ternyata ia selama ini jahat padaku hanya ia tidak mau kehilangan lelaki yang
dicintinya pergi meninggalknnya, ternyata sang pacar osis itu dikirainya suka
padaku dan tita ternyata memiliki penyakit begitu ganas yaitu kanker darah
medium 4. Disitu antara aku dan tita saling mencurahkan hati.
Setelah kejadian
itu aku dan tita berhubungan baik, orang sekolah mungkin melihat kami aneh,
tapi baik. Sekarang aku,friska dan tita bersahabat baik dan tita tetap
berhubungan baik dengan osis itu.
-hari ahad 14.00-
“hah 10
panggilan tak terjawab? Siapa ya...?ya Allah tita, ada apa?”. Aku berbicara
sambil memegang telpon jadulku, kemudian aku telpon balik tapi yang mengangkat
ibunya ternyata tita masuk kerumah sakit, saya bergegas ganti baju dan pamitan
kepada sang ibu. Setelah sampai disana aku melihat pacar osisnya yang baru
kukenal yang bernama faiz menangis dan murung tapi aku mengabaikannya, kemudian
aku menyusul tita dirawat,ternyata tita menungguiku,saat melihat aku rasa ia
ingin menyampaikan sesuatu.”wala...”.’’iya tita...” sambil memegang tangannya,
“aku pamit dulu ya... jaga faiz baik-baik”.”kamu bicara apa si tit!?’’saut
friska. Kurasa hari sudah sore, aku dan friska berpamitan dan bergegas pulang.
-keesokn
harinya-
“telelolet....telelolet.....”.aku
segera mengangkat telpon dari tita, setelah ku lihat ternyata dari ibunya, dan ibunya bilang tita meninggal saat
aku dan friska pulang. Aku hanya dapat meneteskan air mata dan teringat pesan
kemarin yang ia bicarakan.






0 comments:
Post a Comment